Header Ads

Tips Agar Uang Gaji Tidak Hanya Numpang Lewat

Tips Agar Uang Gaji Tidak Hanya Numpang Lewat
Tips Agar Uang Gaji Tidak Hanya Numpang Lewat

Link Alternatif Dominobet - Besar atau kecilnya gaji tak melulu menjadi alasan makmurnya hidup seseorang.
Hal ini tergantung cara orang itu mengelolanya. Terkadang, gaji besar tidak cukup membiayai kebutuhan karena pengelolaan yang salah. Namun, gaji kecil masih bisa menabung dengan mengelolanya secara tepat.

Sebagian orang mungkin gaji hanya numpang lewat di rekening karena selalu habis untuk membayar cicilan dan memenuhi kebutuhan. Ini tentu ada yang salah dalam mengelola keuangannya.

Kondisi gaji cuma numpang lewat memang banyak dialami oleh karyawan terutama dengan upah pas-pasan. Jika hal ini tidak segera diatasi, Anda bisa selamanya mengalami siklus tersebut setiap bulan.

Kalau begini terus, Anda dipastikan tidak akan pernah bisa menabung. Untuk itu, sebaiknya Anda mulai menerapkan 5 hal ini dalam mengatur gaji bulanan.


Tips Agar Uang Gaji Tidak Hanya Numpang Lewat


Berikut 5 tips kelola gaji agar tak hanya numpang lewat seperti ditulis Cermati:

1. Pisahkan rekening gaji dan tabungan

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah membuka rekening tabungan lain yang berbeda dari rekening payroll untuk gaji yang digunakan perusahaan. Hal ini bertujuan agar Anda langsung memisahkan cash flow antara pengeluaran dan tabungan.

Supaya lebih mudah, tetapkan dulu jumlah uang yang ingin ditabung tiap bulannya, dan langsung pindahkan uang di rekening gaji dengan nominal yang telah ditentukan ke rekening tabungan.

Kemudian lakukan anggaran pengeluaran berdasarkan uang yang tersisa di rekening gaji. Cara ini akan membuatmu lebih disiplin untuk tidak mengutak-atik rekening tabungan untuk anggaran kebutuhan sehari-hari.

2.  Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran


Mungkin Anda sudah sering mendengar hal ini dalam nasihat keuangan. Dengan mencatat semua pemasukan dan pengeluaran, Anda akan lebih mudah untuk menganalisis apa saja yang masuk dan keluar dari anggaran keuangan, lalu menilai kondisi keuanganmu sendiri.

Untuk langkah ini, Anda bisa menggunakan cara konvensional seperti menggunakan Microsoft Excel untuk pencatatan, atau men-download aplikasi pengatur keuangan. Tuliskan seluruh pemasukan mulai dari gaji rutin bulanan, komisi, atau pemasukan tambahan lainnya. Lalu catat pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, investasi, donasi, hiburan, belanja, dan lainnya.

3. Buat skala prioritas


Kebutuhan dan keinginan merupakan dua hal berbeda. Namun, di kehidupan masyarakat urban saat ini, semakin sulit untuk menentukan mana yang betul-betul dibutuhkan atau hanya sekadar diinginkan. Masih banyak orang yang terperangkap dengan keinginan mereka dan justru malah melewatkan kebutuhan.

Misalnya seperti nongkrong di kafe, karena susah menolak ajakan teman, mau tak mau Anda hampir setiap hari mengikuti gaya hidup mereka. Akhirnya gaji habis duluan di pertengahan bulan dan terpaksa mengonsumsi mi instan hingga gajian bulan depan tiba.

Untuk menghindari hal ini, Anda bisa menganalisa kembali anggaran pengeluaran yang telah dicatat secara rutin. Lihat kembali, mana pengeluaran yang penting dan tidak penting. Pengeluaran tidak penting biasanya dipicu pengaruh emosional. Mulai sekarang, Buatlah skala prioritas ketika menentukan anggaran pengeluaran. Apabila pos kebutuhan sudah terpenuhi seluruhnya, barulah beralih ke pos keinginan menggunakan sisa penghasilan yang ada.

4.  Gunakan strategi pengeluaran


Setelah membuat pencatatan pemasukan & pengeluaran serta skala prioritas dan menentukan mana kebutuhan mana keinginan, maka Anda bisa membuat strategi. Tentukan pengeluaran-pengeluaran mana saja yang menyebabkan gaji cepat habis selama ini. Misalnya penyebabnya adalah karena makan di restoran setiap minggu, maka Anda bisa mengurangi intensitas pergi ke restoran menjadi dua minggu sekali.

Apabila penyebabnya adalah belanja online, maka Anda bisa mulai membandingkan harga barang di situs pembanding harga dan menemukan penawaran terbaik. Bahkan dengan menghemat pengeluaran hanya Rp 10 ribu Rp 20 ribu setiap hari, Anda bisa memberikan perubahan signifikan setiap bulan.

5. Bersikap konsisten


Hal yang paling penting dalam pengelolaan keuangan adalah bersikap konsisten. Jangan hanya menjalankannya dalam hitungan bulan saja. Sebab, seluruh perencanaan keuangan tersebut bisa terasa manfaatnya jika Anda disiplin dalam menjalankannya.

Anda bisa mengambil contoh dari kisah Jack Ma. Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, pemilik e-commerce Alibaba ini justru tak pernah memamerkan kekayaannya. Uang yang dia miliki diolah menjadi usaha dan investasi, bukan dibelanjakan semaunya. Alih-alih menggunakan uangnya untuk kebutuhan saat ini, Jack Ma justru memanfaatkannya untuk keperluan di masa depan.

No comments